Rabu, 20 Februari 2013

Uji Hedonik



PENGERTIAN
Uji kesukaan juga disebut uji hedonik. Panelis dimintakan tanggapan pribadinya tentang kesukaan atau sebaliknya (ketidaksukaan). Disamping panelis mengemukakan tanggapan senang, suka atau kebalikannya, mereka juga mengemukakan tingkat kesukaannya. Tingkat – tingkat kesukaan ini disebut skala hedonik. Misalnya dalam hal “ suka “ dapat mempunyai skala hedonik seperti : amat sangat suka, sangat suka, suka, agak suka. Sebaliknya jika tanggapan itu “ tidak suka “ dapat mempunyai skala hedonik seperti suka dan agak suka, terdapat tanggapannya yang disebut sebagai netral, yaitu bukan suka tetapi juga bukan tidak suka ( neither like nor dislike ).
Skala hedonik dapat direntangkan atau diciutkan menurut rentangan skala yang ikehendakinya. Skala hedonik dapat juga diubah menjadi skala numerik dengan angka mutu menurut tingkat kesukaan. Dengan data numeric ini dapat dilakukan analisis secara statistik. Penggunaan skala hedonik pada prakteknya dapat digunakan untuk mengetahui perbedaan. Sehingga uji hedonic sering digunakan untuk menilai secara organoleptik terhadap komoditas sejenis atau produk pengembangan. Uji hedonik banyak digunakan untuk menilai produk akhir.
Penilaian dalam uji hedonic ini bersifat spontan.Ini berarti panelidiminta untuk menilai suatu produk secara langsung saat itu juga pada saat mencoba tanpa membandingkannya dengan produk sebelum atau sesudahnya.
Uji mutu hedonik
Berbeda dengan uji kesukaan uji mutu hedonik tidak menyatakan suka atau tidak suka melainkan menyatakan kesan tentang baik atau buruk. Kesan baik – buruk ini disebut kesan mutu hedonik. Karena itu beberapa ahli memasukkan uji mutu hedonik kedalam uji hedonik. Kesan mutu hedonik lebih spesifik dari pada sekedar kesan suka atau tidak suka. Mutu hedonik dapat bersifat umum, yaitu baik atau buruk dan bersifat spesifik seperti empuk / keras untuk daging, pulen – keras untuk nasi, renyah, liat untuk mentimun. Rentangan skala hedonik berkisar dari extrim baik sampai ke extrim jelek. Skala hedonik pada uji mutu hedonik sesuai dengan tingkat mutu hedonik. Jumlah tingkat skala juga bervariasi tergantung dari rentangan mutu yang diinginkan dan sensitivitas antar skala. Skala hedonik untuk uji mutu hedonik dapat berarah satu dan berarah dua. Seperti halnya pada uji kesukaan  pada uji mutu hedonik, data penilaiaan dapat ditransformasi dalam skalanumerik dan selanjutnya dapat dianalisis statistik untuk interprestasinya.

PRINSIP
Panelis diminta untuk mencoba suatu produk tertentu, kemudian setelah itu panelis diminta untuk memberikan tanggapan dan penilaian atas produk yang baru dicoba tersebut tanpa membandingkannya dengan yang lain.
TUJUAN
Tujuan dari uji hedonic ini adalah :
1.   Untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap produk.
2.   untuk menilai komoditi jenis atau produk pengembangan secara organoleptik.
ORGANISASI PENGUJIAN
§    Jumlah Panelis,
§    Agak Terlatih : 20 – 25 Orang
§    Tidak Terlatih : 80 Orang keatas
§    Jumlah contoh setiap penyajian
§    Contoh yang sulit dinilai : 1 – 6 contoh
Contoh yang mudah dinilai : 1 – 12 contoh
ALAT DAN BAHAN
·         Alat-alat yang digunakan adalah :             
1. Gelas berukuran kecil.
2. Sendok.
3. Baki.
·         Bahan-bahan yang digunakan adalah :
1. Nata de coco
2. Lembar penilaian.

CARA PENYAJIAN CONTOH
Contoh uji hedonik disajikan secara acak dan dalam memberikan penilaian panelis tidak mengulang-ulang penilaian atau membanding-mbandingkan contoh yang disajikan. Sehingga untuk satu panelis yang tidak terlatih, sebaiknya contoh disajikan satu per satu hingga panelis tidak akan membanding-bandingkan satu contoh dengan lainnya. Sebagai contoh dapat disajikan 3 jenis teh kotak dari 3 macam merek. Cara penyajian contoh dapat dilihat pada gambar 4.1 dan 4.2 berikut ini. 









FORMAT UJI SUKA
 











CARA KERJA
Ø  Metode sebagai penguji
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2.      Memilih produk sampel yang berbeda merk.
3.      Menyajikan sampel pada gelas kecil yang sudah dibersihkan, diberi 3 digit angka yang berbeda.
4.      Menyajikannya kepada panelis dan member lembar format yang harus diisi.
5.      Memberikan pengarahan kepada kepada panelis tentang apa yang harus digunakan.
6.      Mengumpulkan data dari panelis secara statistic.
Ø  Metode sebagai panelis
1.      Duduk dan menunggu di ruang yang telah disediakan.
2.      Mengisi formulir yang telah disiapkan oleh penguji.
3.      Mengikuti instruksi yang disampaikan oleh penyaji.
4.      Menguji coba sampel yang disediakan dan member penilaian terhadap sampel.
5.      Panelis diminta untuk melakukan dengan jujur dengan apa yang dirasakan.
Statistika Pengolahan data pengujian organoleptik
Statistika pengelohan data dan laporan pengujian yang penting antara lain adalah penyusunan data atau penataan data sampai dengan diperoleh tentang jenis data frekuensi data. Tampilan data dalam bentuk tabel, grafik atau diagram perlu untuk meningkatkan kualitas informasi. Selanjutnya adalah tahapan pengolahan data yang meliputi analisis pemusatan dan penyebaran data. Pengolahan data suatu pengujian bertujuan untuk mendapatkan nilai:
- Nilai rata-rata atau nilai tengah pengujian
- Keragaman dari nilai pengujian
- Simpangan baku dari nilai-nilai pengujian
Cara pengolahan data yang sering digunakan adalah dengan menggunakan analisis keragaman /analisis peragam ( Analisys of varian atau ANOVA). Berikut disajikan sebuah data hasil pengujian organoleptik yang dihimpun dari hasil pengindraan 15 orang panelis yang diberi tugas untuk menilai kesuakaannya terhadap sejumlah contoh. Dalam uji ini panelis diminta untuk menentukan tingkat kesukaannya terhadap rasa manis dari 5 contoh manisan nata de coco dengan keriteria penilaian kesan sebagai berikut:
·         Nilai 3 jika kurang manis ( kurang /tidak suka)
·         Nilai 5 jika cukup manis ( agak suka)
·         Nilai 7 jika manis (suka)
·         Nilai 9 jika sangat manis ( sangat suka)
Data hasil pengujian ditampilkan dalam tabel analisis sebagai berikut:
untitled

·         Nilai numerik organoleptik:
·         3 = tidak suka
·         5 = agak suka
·         7 = suka
·         9 = sangat suka
kuantitasi nilai pada parameter organoleptik pada hasil uji, dapat disusun sesuai kesepakatan yang dihasilkan antara panelis dengan penguji, dilakukan pada waktu pertemuan atau  riefing.
Analisis sidik ragam ( Analysis of Variance )
adalah analisis yang paling umum digunakan untuk mengolah data secara kuantitatif.
Faktor koreksi = Fk = Jkt/ (n1 x n2) =
Jk Contoh = (JKT /n1) – Fk =
Jk Panelis = Jk Panelis= (JKT/n2)- Fk =
Total Jk = JKT– Fk
db contoh = n2 -1 =
db Panelis = n1 -1 =
db Kesalahan = db Total – ( db n1 + db n2 ) =
db Total = (n1 x n2 ) – 1 =
Jk Kesalahan = Total Jk – (Jk Contoh + Jk panelis) =
Kuadrat tengah Contoh = KT Contoh = JK contoh / db contoh
Kuadrat tengah Panelis = KT Panbelis = JK Panelis / db Panelis
KT Kesalahan (galat) = Jk Kesalahan / db Kesalahan
F Hitung Panelis = KT Contoh / KT panelis






Kesimpulan jika Harga F hitung lebih besar dari pada F tabel, berarti di antara kadar gula manisan nata contoh, terdapat perbedaan yang berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap penerimaan konsumen (panelis). Jika nilai F hitung lebih kecil dari nilai F tabel berarti yang sebaliknya
contoh : Panelis akan menguji warna dari tiga jenis sirup dan responnya dituliska pada      formulir seperti pada gambar
      Nama Panelis               :
      Tanggal Pengujian        :
      Jenis Pengujian                                                  :        
      Jenis Contoh                :
Instruksi                      : Berikan penilaian terhadap warna contoh yang disajikan dan alasan singkat terhadap penilaian tersebut
Penilaian
Kode Bahan
815
558
384
Amat sangat baik



Sangat baik



Baik



Sedang



Jelek



Sangat jelek



            Catatan :          815      :
                                    558      :
               384      :
Cara Analisis :
Hal yang harus dilakukan terhadap penilaian panelis tersebut adalah mengkonversikan hasil uji dalam suatu skala numerik. Misalnya untuk warna sirup yang amat sangat baik diberi nilai 6 dan nilai 1 diberikan untuk warna sirup yang sangat jelek.

Maka hasil pengujian tersebut dapat ditabulasikan seperti pada Tabel berikut
Panelis
815
558
394
Total
P1
3
2
3
8
P2
4
6
4
14
P3
3
2
3
8
P4
1
4
2
7
P5
2
4
2
8
P6
1
3
3
7
P7
2
6
4
12
P8
2
6
2
10
Jumlah
18
33
23
74

FK =         = 228,17
JK Contoh       =  - 228,17
                              = 14,58
JK Panelis        =  - 228,17
JK Total                       = 32 + 42 + 32 + ... + 22 – 228,17
                              = 47,83


Daftar sidik ragam contoh sirup
Sumber keragaman
db
JK
KT
F Hitung
F Tabel
5%
1%
Contoh
2
14,58
7,29
3,36
3,74
6,51
Panelis
7
15,16
2,17
Galat/Kesalahan
14
18,09

Total
23
47,83




Kesimpulan :
F Hitung < F Tabel  5% à Tidak ada Beda nyata
F Hitung < F Tabel 1% à Tidak ada beda nyata antar contoh pada tingkat 1


http://rabqa.blogspot.com/2011/03/statistika-pengolahan-data-pengujian.html

1 komentar:

  1. postingannya bagus banget, lagi butuh banget buat referensi, tapi kok banyak yang gak keliatan ya filenya, tumpuk2 gitu..

    BalasHapus